World News

Entertainment

Label 6

Berita

Label 5

Label 3

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Latest Post

Muskom XIII KAMMI Al-Fatih IAIN Pontianak

Written By KAMMI Komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak on Senin, 23 Maret 2015 | 02.29



Musyawarah Komisariat atau yang sering disebut Muskom adalah musyawarah tertinggi di organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia tingkat Komisariat, dalam hal ini adalah komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak yang di ketuai oleh M. Iqbal Arraziq sebagai ketua panitia dalam agenda penting ini dan alhamdulillah terselenggara pada tanggal 21 Maret 2015 setelah sebelumnya terlaksana beberapa agenda seperti Launching Desa Binaan yang tidak terlalu jauh dari kampus IAIN Pontianak atau lebih tepatnya di Masjid Amanatul Hasanah sebagai tempat peresmian yang berlokasi di Gg. Dungun,  jl. Gajah Mada. Agenda tersebut dihadiri oleh pengurus KAMMI AL-Fatih sendiri, warga se
Muskom XIII KAMMI Al-Fatih IAIN Pontianak
Musyawarah Komisariat atau yang sering disebut Muskom adalah musyawarah tertinggi di organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia tingkat Komisariat, dalam hal ini adalah komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak yang di ketuai oleh M. Iqbal Arraziq sebagai ketua panitia dalam agenda penting ini dan alhamdulillah terselenggara pada tanggal 21 Maret 2015 setelah sebelumnya terlaksana beberapa agenda seperti Launching Desa Binaan yang tidak terlalu jauh dari kampus IAIN Pontianak atau lebih tepatnya di Masjid Amanatul Hasanah sebagai tempat peresmian yang berlokasi di Gg. Dungun,  jl. Gajah Mada. Agenda tersebut dihadiri oleh pengurus KAMMI AL-Fatih sendiri, warga setempat, perwakilan dari KAMMI Komsat Untan dan Komsat IKIP serta pengurus dari KAMMI Daerah Pontianak.
Up Ribbon: M. IQBAL ARRAZIQ
FTIK/PAI/2013
Acara launching tersebut semakin berkah setelah mendapat Tausiyah yang disampaikan oleh ust. Miskari, Lc, M.Ag, dan ditutup dengan penyerahan secara simbolis cenderamata dari pengurus Komsat Al-Fatih kepada pengelola Masjid Amanatul Hasanah yang In Syaallah akan bermanfaat, kemudian do’a bersama yang dipimpin oleh Syahroni Mahasiswa FSEI angkatan 2013.
Agenda selanjutnya adalah rihlah atau perjalanan tafakur alam yang berlokasi di pasir panjang 2 dimana agenda ini adalah agenda rutin yang dilakukan setiap pengurus komisariat satu kali dalam kepengurusannya dengan tujuan untuk me-refresh semangat dakwah para pengurus dan kader KAMMI Al-Fatih IAIN Pontianak pada tanggal 15 Maret 2015 lalu yang diakhiri dengan momentum penguat ukhuwah yaitu tukar kado antar pengurus dan anggota dengan terpisah antara pria dan wanita.
Dua kegiatan tersebut yang adalah rangkaian acara dari Muskom XIII KAMMI Komisariat AL-Fatih IAIN Pontianak. Tibalah di puncak acara dimana seluruh pengurus akan mengakhiri masa juang mereka di periode 2013-2015 dan menentukan pengurus periode selanjutnya.
Muskom yang dihadiri oleh pengurus KAMMI dan mengundang semua anggota KAMMI se-kota Pontianak dimulai sejak pukul 07.00 wib. dengan ketua umum KAMMI Daerah Pontianak  periode 2015-2016 yaitu akhina Harry Dirgantara, mahasiswa IKIP PGRI Pontianak dengan resmi membuka Musyawarah Komisariat Al-Fatih tersebut.
Di agenda Muskom ini para pengurus komisariat melaporkan kinerja dakwah mereka selama satu periode kepengurusan dan kemudian di nyatakan secara resmi menjadi demisioner dan setelah itu menetapkan ketua umum KAMMI Al-Fatih periode selanjutnya.
Terdapat lima calon terpilih setelah melakukan penjaringan balon dan memeuhi persyaratan menjadi ketua umum. Dengan proses musyawarah yang cukup lama akhirnya tepat pukul 19.46 wib. Telah ditetapkan ketua umum KAMMI Komisariat Al-Fatih periode 2015-2016 adalah Muhammad Iqbal Arraziq yang berstatus sebagai mahasiswa FTIK, jurusan PAI angkatan 2013, IAIN Pontianak menggantikan akhina Wahyudi mahasiswa FTIK, Jurusan PAI angkatan 2012.
Mewakili seluruh keluarga besar KAMMI Al-Fatih IAIN Pontianak mengucapkan Barakallah dan Innalillah kepada akhina M. Iqbal Arraziq sebagai Ketua Umum Terpilih semoga dapat istiqomah dan sigap mengembangkan sayap manfaat dan kebaikan KAMMI hingga kelapisan masyarakat.  
tempat, perwakilan dari KAMMI Komsat Untan dan Komsat IKIP serta pengurus dari KAMMI Daerah Pontianak.
Up Ribbon: M. IQBAL ARRAZIQ
FTIK/PAI/2013
Acara launching tersebut semakin berkah setelah mendapat Tausiyah yang disampaikan oleh ust. Miskari, Lc, M.Ag, dan ditutup dengan penyerahan secara simbolis cenderamata dari pengurus Komsat Al-Fatih kepada pengelola Masjid Amanatul Hasanah yang In Syaallah akan bermanfaat, kemudian do’a bersama yang dipimpin oleh Syahroni Mahasiswa FSEI angkatan 2013.
Agenda selanjutnya adalah rihlah atau perjalanan tafakur alam yang berlokasi di pasir panjang 2 dimana agenda ini adalah agenda rutin yang dilakukan setiap pengurus komisariat satu kali dalam kepengurusannya dengan tujuan untuk me-refresh semangat dakwah para pengurus dan kader KAMMI Al-Fatih IAIN Pontianak pada tanggal 15 Maret 2015 lalu yang diakhiri dengan momentum penguat ukhuwah yaitu tukar kado antar pengurus dan anggota dengan terpisah antara pria dan wanita.
Dua kegiatan tersebut yang adalah rangkaian acara dari Muskom XIII KAMMI Komisariat AL-Fatih IAIN Pontianak. Tibalah di puncak acara dimana seluruh pengurus akan mengakhiri masa juang mereka di periode 2013-2015 dan menentukan pengurus periode selanjutnya.
Muskom yang dihadiri oleh pengurus KAMMI dan mengundang semua anggota KAMMI se-kota Pontianak dimulai sejak pukul 07.00 wib. dengan ketua umum KAMMI Daerah Pontianak  periode 2015-2016 yaitu akhina Harry Dirgantara, mahasiswa IKIP PGRI Pontianak dengan resmi membuka Musyawarah Komisariat Al-Fatih tersebut.
Di agenda Muskom ini para pengurus komisariat melaporkan kinerja dakwah mereka selama satu periode kepengurusan dan kemudian di nyatakan secara resmi menjadi demisioner dan setelah itu menetapkan ketua umum KAMMI Al-Fatih periode selanjutnya.
Terdapat lima calon terpilih setelah melakukan penjaringan balon dan memeuhi persyaratan menjadi ketua umum. Dengan proses musyawarah yang cukup lama akhirnya tepat pukul 19.46 wib. Telah ditetapkan ketua umum KAMMI Komisariat Al-Fatih periode 2015-2016 adalah Muhammad Iqbal Arraziq yang berstatus sebagai mahasiswa FTIK, jurusan PAI angkatan 2013, IAIN Pontianak menggantikan akhina Wahyudi mahasiswa FTIK, Jurusan PAI angkatan 2012.
Mewakili seluruh keluarga besar KAMMI Al-Fatih IAIN Pontianak mengucapkan Barakallah dan Innalillah kepada akhina M. Iqbal Arraziq sebagai Ketua Umum Terpilih semoga dapat istiqomah dan sigap mengembangkan sayap manfaat dan kebaikan KAMMI hingga kelapisan masyarakat.  

Written By KAMMI Komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak on Jumat, 20 Maret 2015 | 21.35

Musyawarah Komisariat (Muskom) PK KAMMI Al Fatih IAIN Pontianak
21 Maret 2015
mulai 07.00 wib sampai selesai
berlokasi di Gedung Fakultas Syariah & Ekonomi Islam 

undangan untuk semua kader KAMMI Kalimantan Barat mengahadiri agenda penting ini
terimakasih

BEDAH BUKU TARBIYAH SIYASIYAH

Written By KAMMI Komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak on Jumat, 16 Mei 2014 | 03.25

13 mei 2014 
Pendidikan adalah usaha yang sadar, dan pemahaman yang baik . 
prinsip-prisnsip dalam Islam: 
1. Syuro’ ( musyawarah) Yaitu sebuah cara dalam Islam untuk mengambil suatu keputusan berdasarkan hasil pemikiran bersama. Orang yang tidak mau tau urusan masyarakat maka perlu ditanyakan keimananya. 
2. Keadilan Menempatkan sesuatu pada porsinya 
3. Kebebasan. Ketika Ali ditanya tentang kepemimpinan,  maka ia menjawab: khalifah sebelum aku memimpin orang-orang seperti aku. Dan di masa kepemimpinan ku, orang yang aku pimpin adalah orang-orang seperti klalian. Sistem politik indonesia saat ini memiliki kebebasan tetapi kebablasan, sehingga timbul banyak masalah diantara pemimpin-pemimpin indonesia. 
4. Kesamaan hak dalam memilih pemimpin harus mengadakan musyawarah, meskipun ada orang yang pantas dan baik untuk di jadikan pemimpin. artinya memberikan kesempatan yang lain atas hak untuk menjadi pemimpin.
5. Hakmun khisab Menuntut hak-hak kepada pemerintah harus cerdas, yaitu mengetahui sistem politik pemerintahan.
Oleh : Hidayatul Akbar  [PAI/2/2013]

TAFSIR MUSLIM NEGARAWAN

Kamis 08 Mei 2014 
Tafsir muslim negarawan muncul sekitar tahun 2006. Ketika kita berbicara mengenai muslim Negarawan, selalu saja terdengar istilah yang dekat dengan kata negarawan yaitu kata bangsawan. kemudian muncul pertanyaan, kenapa harus menggunakan istilah negarawan, kenapa tidak menggunakan istilah bangsawan?. istilah bangsawan biasa digunakan untuk menunjukan kedudukan atau derajar. biasa dipakai oleh orang-orang yang memiliki status sosial dari keturunan orang-orang besar/berpengaruh sedangkan, pengertian negarawan ialah kerakteristik seseorang atas kontribusinya terhadap Negara.
Mengapa muncul istilah muslim yang disandingkan dengan kata negarawan? Karena adanya karakter negarwan yang latar belakang keyakinannya masih secara umum, semua orang berhak menyandang kata negarawan asal mereka memiliki karakter seorang negarawan yang istiqomah untuk mendedikasikan hidupnya untuk membangun negara. 
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia [KAMMI] menjadikan Islam sebagai landasan perjuangan KAMMI dengan visi besar yang melahirkan sosok pemimpin yaitu muslim negarawan.
Karakter Muslim Negarawan
1. Ideologi Islam yang mengakar
2. Basis pemikiran pengetahuan yang mapan
3. Idealis dan konsisten
4. Kontribusi terhadap problematika ummat
5. Mampu menjadi perekat komponen bangsa dalam perbaikan.
Kader KAMMI harus memiliki ideologi Islami yang mengangkar.

Pemateri : suprapto

Siapa bilang NYONTEK dilarang?

Written By KAMMI Komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak on Sabtu, 08 Februari 2014 | 13.58


Sebuah agenda study club al-fatiers yang diadakan oleh BK Kammi Al-Fatih Komsat STAIN pontianak di gedung pasca sarjana, rabu (29/1) cukup menyedot perhatian masyarakat civitas akademik Stain Pontianak. Kegiatan tersebut dihadiri lebih kurang 27 peserta yang terdiri dari 12 ikhwan dan 15 akhwat. Kegiatan yang memakan waktu 2,5 jam itu memberikan sengatan hangat kepada para mahasiswa STAIN Pontianak, dengan tema yang tidak biasa “Siapa bilang NYONTEK dilarang, ujian SUKSES, nilai MANTAP”, terlihat sangat mengena dengan situasi dan kondisi bumi STAIN pontianak pada saat ini. dimana senin, 3 februari mendatang civitas akademik STAIN pontianak khususnya ke-3 Jurusan STAIN Pontianak akan melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS).
Dewi Indrawati, saat menjadi MCR pada kegiatan tersebut menjelaskan, “tema itu diangkat karena mengingat  sampai saat ini masih banyak mahasiswa maupun para pelajar khususnya di Indonesia, yang tidak jujur dalam melaksanakan ujian. Sehingga setelah mengikuti kegiatan tersebut diharapkan para peserta menjadi pelopor kejujuran pada saat ujian”.
Kegiatan yang dilaksanakan dari pukul 12:30-15:00 dihadiri oleh kak Mia Aisyiah Lestari sebagai pemateri. Perempuan kelahiran Pontianak 19 april 1990 tersebut menjelaskan, “Bahwa menyontek adalah perbuatan yang menggunakan cara-cara yang tidak sah untuk mendapatkan hasil akademis atau menghindari kegagalan akademis”. Menurutnya, yang menjadi alasan orang sehingga menyontek adalah terlalu fokus pada hasil dan tidak percaya diri. Selain itu, malas belajar, tidak bisa mandiri dan tidak percaya diri adalah dampak negatif dari kebiasaan menyontek”.
Perempuan kelahiran 1990 itu pun menambahkan, ternyata, “MENTAL-MENTAL KORUPSI berawal dari menyontek, Mental-mental PEMBAJAK berawal dari MENYONTEK, ternyata menyontek adalah awal dari MENTAL PERUSAK BANGSA”.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan memberikan benang merah yang terkait dengan tema, “Siapa bilang NYONTEK dilarang” oleh kak Mia. Ia mengatakan bahwa orang-orang yang jujur, percaya diri, mandiri dan bermental pejuang. Merekalah yang mengatakan bahwa MENYONTEK DILARANG!


BY : Hidayatul Akbar

Al-Fatiers “Tarbiyah/PAI/Smester I/C/2013

Tebar 1000 Taujih

Written By KAMMI Komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak on Kamis, 23 Januari 2014 | 01.40

Sampaikanlah walaupun satu ayat.
berawal dari kata-kata itulah agenda ini dilaksanakan dan juga sebagai salah satu syiar untuk kegiatan KAMMI Komisariat Al-Fatih STAIN Pontianak.
bersama kawan-kawan yang tersebar di berbagai jurusan
Tarbiyah, Syariah, dan Dakwah.
sungguh ucapan terima kasih buat teman-teman semua untuk partisipasinya
semoga bisa bermanfaat












Progja Sosmas

Written By KAMMI Komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak on Sabtu, 04 Januari 2014 | 22.42

>>Panduan Kerja Nasional 2013-2015 Sosial Masyarakat
1.      Membangun  gerakan sosial masyarakat yang dekat dengan akar rumput (grass root) dan peduli dengan kondisi masyarakat
2.      Melakukan pencerahan masyarakat dengan membangun kasadaran akan pendidikan politik, budaya, dan hukum.
3.      Melakukan pemberdayaan masyarakat dengan menginisiasi banyak desa mitra.
4.      Melakukan advokasi kebijakan dalam pembelaan terhadap masyarakat yang mengalami ketidakadilandan termarginalkan.
>> Kerangka Inti Pergerakan Sosmas


>> Ranah Kerja SOSMAS KOMSAT
1.      Berbasis Territory (Masyarakat Sekitar Kampus)
2.      Advokasi masyarakat
3.      Mapping potensi kader
4.      Menindaklanjuti program turunan sosmas daerah
5.      Mengakses dana dari mitra yang bersifat independen
VISI
Membentuk eksistensi dan basis sosial KAMMI AL FATIH IAIN Pontianak melalui peran dan potensi ijtima’iyah dalam rangka mewujudkan masyarakat sekitar kampus IAIN yang Islami.
MISI
1.      membentuk kader KAMMI AL FATIH menjadi pribadi yang mempunyai high sosial responsibility.
2.      Meningkatkan peran kader KAMMI AL FATIH dalam memberikan kontribusi nyata ke masyarakat sekitar kampus.
PROGRAM KERJA SOSMAS KAMMI AL FATIH IAIN Pontianak
1.      Dauroh Ijtima’iyah 1 (DI 1)
2.      Safari Ramadhan/kampung ramadhan
3.      Pesantren kilat
4.      Bakti sosial 
5.      Penyaluran daging hewan qurban :
6.      Desa Binaan (Turunan dari KAMDA)
7.      Penggalangan dana
8.      Kajian Kristologi

KAMMI

Written By KAMMI Komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak on Rabu, 18 September 2013 | 23.10

Namaku KAMMI. Orang-orang juga memenggilku demikian, lebih praktis dibanding melafalkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.
           Kalau engkau teringat sesuatu begitu memanggilku, tentulah sebuah akronim KAMI yang mencatat prestasi besar dalam hegemoni reformasi, sebuah jaringan gerakan mahasiswa Indonesia  dalam rentang sejarah Indonesia ‘66-an. Konon, atas alasan historis itulah founding Fathers-ku mengambil nama itu, dan atas nama alasan ideologis menambah tasydid pada mim hi ngga KAMMI-lah namaku.
Aku lahir tanggal 29 Maret 1998 di Malang dalam rentang situasi yang teramat sangat ‘enak dan perlu’ bagi lahirnya gerakan mahasiswa di Negara dunia ketiga : Tirani-otoriter, despotic, tidak adil dan tidak demokratis. Gerakan Mahasiswa begitulah aku disebut-adalah bagian dari actor muda yang selalu mencoba masuk ke dalam peta sejarah peradaban bangsa.
Fahri Hamzah, mas’ul  pertamaku menyebutku sebagai “anak-anak sekolah” yang punya “gagasan untuk berjamaah”, berkumpul dalam suatu kesadaran akan pentingnya membina diri secara fisik, mental dan spiritual, gerakan ini kemudian berlanjut menjadi semacam gerakan purifikasi yang menjadikan Al Quran, Sunnah dan Sejarah Nabi dan Sahabat sebagai dasar pergerakan. 

A. Visi KAMMI

     Wadah   perjuangan permanen  yang  akan   melahirkan  kader-kader  pemimpin dalam   upaya
     mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang Islami.

B. Misi KAMMI

  1. Membina keislaman, keimanan, dan ketakwaan mahasiswa muslim  Indonesia.
  2. Menggali,  mengembangkan, dan  memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial,  politik, dan kemandirian ekonomi mahasiswa.
  3. Memelopori dan  memelihara komunikasi, solidaritas, dan  kerjasama mahasiswa Indonesia dalam  menyelesaikan permasalahan bangsa dan negara.
  4. Mencerahkan dan  meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yangRabbani, madani, adil, dan sejahtera.
  5. Mengembangkan kerjasama antar elemen bangsa dan  negara dengan semangat membawa 
  6. kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran (amar ma‟ruf nahi munkar). 

C. Prinsip Gerakan KAMMI


  1.  Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan KAMMI 
  2.  Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI
  3.  Solusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI 
  4.  Perbaikan adalah tradisi perjungan KAMMI
  5.  Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI
  6.  Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI

Muslimah KAMMI Tolak Miss World di Indonesia

Written By KAMMI Komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak on Senin, 16 September 2013 | 06.27

PONTIANAK, BeritAnda - Tak kurang dari 50 orang aktivis Muslimah KAMMI Daerah Kalbar, KAMMI Komisariat, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Kalbar, Jumat (13/9/2013) sore, memadati kawasan bundaran Universitas Tanjungpura (Untan)Pontianak. Dipimpin korlap Raisa Dewinta, para muslimah itu melakukan aksi menolak penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia serta agenda Muslimah World.
Penolakan tersebut didasari pemikiran bahwa kedua ajang tersebut hanya sebagai eksploitasi dan kapitalisasi wanita, serta ajang promosi produk kosmetik dan make up.
Dalam orasinya, Raisa Dewinta menuding perhelatan kontes kecantikan seperti Miss World setiap tahun selalu menjadi perdebatan di Indonesia. "Perhelatan ini semakin spesial karena Indonesia sebagai tuan rumah, dan kriteria peserta pun kental dengan nuansa eksploitasi perempuan," tukasnya.
Raisa menganggap Pemerintah Indonesia telah dibutakan oleh tujuan kontes tersebut yaitu mengatasnamakan promosi pariwisata, sehingga tanpa mengindahkan aspek sentral yang lainnya.
Dalam pernyataan sikapnya, KAMMI menyatakan kecewa atas tetap diselenggarakannya kontes Miss World di Indonesia, dan kontes lainnya yang menjadikan wanita sebagai objek eksploitasi.
Mereka juga mendesak kepada seluruh panitia dan pihak terkait untuk segera membatalkan dan memindahkan lokasi acara tersebut, demi terjaganya budaya Indonesia yang menjunjung budaya ketimuran.
Kemudian, mereka mendesak kepada penyelenggara untuk segera menghentikan penyesatan opini mengenai tujuan penyelenggaraan Miss World yang selama ini digembor-gemborkan sebagai ajang untuk mencari duta sosial dan lainnya, yang sesungguhnya adalah paradoks dengan aspek mendiskriminasikan perempuan.
Terakhir, KAMMI juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar menolak penyelenggaraan kontes Miss World 2013 dan Miss Muslimah serta yang lainnya.
Unjuk rasa diwarnai dengan aksi teatrikal yang dimaksudkan menyindir pelaksanaan Miss World 2013 di Indonesia. Sekitar pukul 17.00 wib, peserta aksi membubarkan diri.(mwd/rfi)
Link Post

KAMMI

Written By KAMMI Komisariat Al-Fatih IAIN Pontianak on Kamis, 05 September 2013 | 15.59

Namaku KAMMI. Orang-orang juga memenggilku demikian, lebih praktis dibanding melafalkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.
           Kalau engkau teringat sesuatu begitu memanggilku, tentulah sebuah akronim KAMI yang mencatat prestasi besar dalam hegemoni reformasi, sebuah jaringan gerakan mahasiswa Indonesia  dalam rentang sejarah Indonesia ‘66-an. Konon, atas alasan historis itulah founding Fathers-ku mengambil nama itu, dan atas nama alasan ideologis menambah tasydid pada mim hi ngga KAMMI-lah namaku.
Aku lahir tanggal 29 Maret 1998 di Malang dalam rentang situasi yang teramat sangat ‘enak dan perlu’ bagi lahirnya gerakan mahasiswa di Negara dunia ketiga : Tirani-otoriter, despotic, tidak adil dan tidak demokratis. Gerakan Mahasiswa begitulah aku disebut-adalah bagian dari actor muda yang selalu mencoba masuk ke dalam peta sejarah peradaban bangsa.
Fahri Hamzah, mas’ul  pertamaku menyebutku sebagai “anak-anak sekolah” yang punya “gagasan untuk berjamaah”, berkumpul dalam suatu kesadaran akan pentingnya membina diri secara fisik, mental dan spiritual, gerakan ini kemudian berlanjut menjadi semacam gerakan purifikasi yang menjadikan Al Quran, Sunnah dan Sejarah Nabi dan Sahabat sebagai dasar pergerakan.